Utama

Verifikasi SMPN 26 Surabaya Sebagai Nominasi Juara UKS Berkarakter Nasional 2019

SMP Negeri 26 Surabaya, sekolah binaan program Eco Mobile PJB Challenge 2019 dan Tunas Hijau, yang juga mitra Forum Kota Sehat Surabaya, menjadi nominasi juara Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter Nasional 2019. Hasil itu diraih sekolah yang berlokasi Jl. Raya Banjarsugihan No. 21 Tandes dari hasil penilaian lapangan tingkat nasional pada Juli 2019 lalu. 

Tim juri nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan verifikasi hasil penilaian lapangan nasional hari ini, Senin (23/9/2019). Mereka adalah Agus Suharyanto dan Hendri, yang mewakili 4 kementerian yang terlibat langsung dalam pelaksanaan LLSS atau lebih dikenal dengan Lomba UKS Berkarakter Nasional 2019 ini.

Agus Suharyanto, koordinator tim juri nasional, menyampaikan bahwa Lomba LSS Berkarakter Nasional 2019 berbeda dengan pelaksanaan tahun yang sebelumnya. “Berkarakter karena pada penyelenggaraan tahun ini akan ada 3 kategori juara, yaitu best performance,best achievementdan best character,” kata Agus Suharyanto.

Pada verifikasi hasil penilaian lapangan nasional hari ini, semua sarana/prasarana pengelolaan lingkungan dan kesehatan di SMPN 26 Surabaya kembali di evaluasi. Diantara sarana/prasarana yang dicek ulang itu diantaranya kanting apung, hidroponik, rumah kompos, takakura center, ruang ecopreneur, kolam pembelajaran, green house, toilet, dan ruang UKS.

Tim juri Lomba UKS Berkarakter Nasional 2019 saat di hidroponik SMPN 26 Surabaya, Senin (23/9/2019)

Diantara sarana/prasarana itu ialah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik kantin sekolah yang hasil olahannya dialirkan ke kolam ikan atau bosem di bawah kantin. IPAL itu hasil kemitraan SMPN 26 Surabaya bersama Forum Kota Sehat Surabaya dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya beberapa bulan lalu.

Di setiap sarana/prasarana itu tim juri nampak melakukan dialog dengan siswa kader yang membidangi. “Kami bisa menyimpulkan bahwa karakter pengelolaan lingkungan hidup dan kesehatan sudah terbentuk di sekolah ini,” ujar Agus Suharyanto, setelah tuntas berkeliling semua sarana/prasarana. 

Agus Suharyanto menyebutkan saat di kantin apung yang juga kantin zero waste, dia mendapati sedang ada pembelajaran siswa di kantin tersebut. “Saya tadi tidak melihat mereka sedang didampingi guru. Namun, pembelajaran bisa terlaksana dengan sangat tertib. Nampak tidak ada kebisingan. Saya salut,” Agus menyebutkan.

Beberapa perbaikan fisik saat verifikasi hasil penilaian lapangan ini juga langsung disampaikan tim juri kepada tim pelaksana UKS sekolah yang terus didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr Ikhsan. “Saya kagum dengan perbaikan fisik yang langsung dilakukan pada hari dan bahkan jam yang sama setelah saya sampaikan. Hasil bahkan sudah nampak dalam sekejap,” tambah Agus.

Agus Suharyanto menyampaikan bahwa ruang pelayanan UKS SMPN 26 Surabaya bahkan sebenarnya layak menjadi pusat UKS Kota Surabaya. “Jadi kapasitasnya sudah tidak hanya untuk melayani warga SMPN 26 Surabaya tapi juga untuk pusat kegiatan UKS se Kota Surabaya. Penambahan beberapa tempat tidur juga masih sangat layak dilakukan di ruang UKS saat ini,” ungkap Agus. 

Reporter: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *