Kegiatan

Zero Waste City Tour Bersama Suroboyo Bus

Suroboyo Bus atau Bus Suroboyo menjadi salah satu inovasi program lingkungan hidup yang diterapkan di Surabaya. Bus Suroboyo ini bahkan mendapatkan apresiasi dari dunia internasional karena sistem pembayarannya yang menggunakan botol plastik bekas.

Untuk lebih mengenalkan Bus Suroboyo, Tunas Hijau mengajak 65 orang paguyuban pangeran puteri lingkungan hidup dan kader lingkungan hidup beberapa SD dan SMP Surabaya mengikuti Zero Waste City Tour Bersama Suroboyo Bus, Sabtu (18/1/2020).

Rombongan siswa dan guru pegiat lingkungan hidup sekolah-sekolah saat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya

Destinasi pertama Zero Waste City Tour Bersama Suroboyo Bus ini adalah Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, yang baru mendapat penghargaan ASEAN Green Hotel Standard 2020-2022. Rombongan penggiat lingkungan hidup sekolah-sekolah Surabaya ini diterima oleh Talent and Culture Manager Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya Treti Christina. 

Di hotel yang berlokasi di Jalan Raya Darmo 68-78 Surabaya ini, mereka mendapatkan penjelasan mengenai cara hotel dalam mengolah sampah non organiknya. “Sampah non organik yang dihasilkan hotel ini dijual untuk membiayai program anak asuh,” kata Treti Christina. 

Rombongan Paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 di depan rumah yang berdiri sejak 1907 di Kampung Lawas Maspati

Siswa dan guru penggiat lingkungan hidup sekolah-sekolah itu juga mengunjungi pemanfaatan lahan minim untuk taman dinding. “Wall garden ini memanfaatkan botol plastik bekas air mineral untuk wadahnya. Jenis tanamannya adalah sirih gading yang mudah tumbuh,” terang Treti Christina.

Instalasi pengolahan air limbah cair Hotel Mercure Grand Mirama juga dikunjungi para penggiat lingkungan hidup sekolah-sekolah ini. “Kami harus memastikan air limbah domestik diolah terlebih dulu dan tidak tercemar sebelum dibuang ke saluran sekitar,” ujar jelas Treti Christina.

Dari Hotel Mercure Grand Mirama, rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kampung Lawas Maspati di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Mereka menggunakan transportasi Suroboyo Bus jurusan Rajawali dari halte Rumah Sakit Darmo dan berhenti di halte Pasar Turi.

Tidak hanya pengelolaan lingkungan hidup yang bagus di Kampung Lawas Maspati, banyak usaha kecil menengah juga dikembangkan masyarakat di kampung yang sudah dikunjungi banyak tamu mancanegara ini

Di Kampung Lawas Maspati, rombongan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 ini dibuat kagum dengan gerakan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat dalam 1 RW itu. Mulai dari pemanfaatan lahan sempit untuk penghijauan yang dilakukan dilakukan warga kampung yang beberapa kali menjuai Surabaya Green & Clean itu.

Pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair juga dilakukan warga beberapa RT di kampung itu. Tidak terkecuali pengolahan sampah non organik menjadi beragam karya bermanfaat dan kostum daur ulang. Beragam spot foto 3 dimensi bernuansa lingkungan juga menjadi daya tarik kampung wisata bernuansa Surabaya lawas itu.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *