Surabaya Terus Gencarkan Edukasi Kebencanaan kepada Warganya
Edukasi kebencanaan kepada seluruh kelurahan di Surabaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. “Edukasi kebencanaan kepada 153 kelurahan se Surabaya itu tuntas terealisasi tahun 2022 – 2024,” kata Irvan Widyanto, Kepala BPBD Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (16/7/2025).
Edukasi kebencanaan kepada warga melalui kelurahan se Surabaya itu direalisasikan dengan mengundang 2 orang perwakilan tiap RW. Pelaksanaannya di Gedung Siola Surabaya. “Jenis bencana yang difokuskan dalam edukasi tersebut berdasarkan potensi bencana di setiap lokasi,” tambah Irvan Widyanto.
“Umumnya potensi bencana di Surabaya adalah bencana banjir, kebakaran dan gempa bumi. Warga yang diminta mengidentifikasinya berdasarkan kejadian sebelumnya dan potensi saat ini,” tutur mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya ini.
BPBD Kota Surabaya juga terus mengedukasi kebencanaan pada satuan pendidikan. Dengan jumlah satuan pendidikan yang lebih dari 1000, realisasinya secara bertahap. “Edukasi kebencanaan kepada seluruh SMP negeri dan swasta telah dilakukan selama tahun 2023. Tim BPBD mendatangi seluruh SMP se Surabaya itu bergantian setiap harinya,” ujar Irvan Widyanto.
Untuk satuan pendidikan SD negeri dan swasta baru menyasar 400 SD selama tahun 2024. “Pada tahun 2025 ini, seluruh madrasah negeri dan swasta serta SD sisanya ditargetkan tuntas mendapatkan edukasi kebencanaan,” tutur mantan Camat Rungkut ini. Sehari ada 5 tim yang menyebar ke satuan pendidikan berbeda secara bersamaan.
Irvan menyampaikan bahwa kejadian gempa pada Maret 2024 lalu menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengetahui cara menyikapinya. “Banyak masyarakat bingung harus berbuat apa saat gempa itu terjadi. Kebingungan itu banyak disampaikan kepada tim edukasi kebencanaan BPBD Kota Surabaya saat di lapangan,” pungkas Irvan.
Penulis: Mochamad Zamroni

