Pelajar Tanam Mangrove di Muara Sungai Gununganyar
Sekitar 150 orang siswa peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025, beserta guru dan orang tua siswa ini memperingati Hari Anak Nasional (23 Juli) dan Hari Mangrove Sedunia (26 Juli) dengan menanam 1100 pohon mangrove di muara Sungai Gununganyar Surabaya, Sabtu (19/7/2025).
Usai menanam, para peserta mengikuti sesi edukasi mangrove, menyuarakan hak-hak anak dan pelestarian lingkungan melalui puitisasi bertema Anak Hebat, Lingkungan Sehat, serta mempresentasikan proyek lingkungan hidup masing-masing.
Aksi ini diprakarsai oleh Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, siswa SMPN 1 Surabaya, bersama rekan-rekannya sesama peserta Pangeran Putri LH 2025. Mereka melibatkan peserta dari berbagai sekolah, termasuk SDN Ketabang I, SDN Kaliasin I, SDN Jemur Wonosari I, SDN Wonokusumo VI, SDN Simolawang KIP, SDN Rangkah VI, SDN Margorejo III, SMPN 29, SMPN 21, SMPN 12, SMPN 6, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 26, dan SMPN 35 Surabaya.
Dukungan juga datang dari pihak swasta dan komunitas, seperti Mercure Surabaya Grand Mirama dan Forum Kota Surabaya Sehat.
Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, mengapresiasi semangat kolaborasi para siswa. “Aksi ini tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan tantangan tahap II, tapi juga wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Presiden Tunas Hijau, Mochamad Zamroni, mengajak peserta untuk menjadikan pengalaman ini sebagai momen berharga. “Menanam mangrove hanya bisa dilakukan di kawasan pasang surut. Doakan agar pohon-pohon ini tumbuh bersama perjalanan sukses kalian,” pesannya.
Sementara itu, Kepala UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya, Dian Prastianingtyas, mengungkapkan bahwa lokasi ini adalah kebun raya tematik mangrove pertama di Indonesia. “Diresmikan oleh Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri, pada 27 Juli 2023,” ungkapnya.
Aksi ini berlangsung di area sedimen lumpur yang menantang, dengan akses lokasi yang hanya bisa ditempuh menggunakan sekitar 10 perahu motor.
“Saya sangat terkesan bisa bersama mengajak ratusan siswa, guru, dan orang tua dari berbagai sekolah mencoba pengalaman baru ini. Saya seru berjalan di lumpur untuk berusaha bisa menanam,” ujar Harley Fatahillah, sang penggagas kegiatan.
Penulis: Mochamad Zamroni

