Puskesmas Menur Ditanami Bunga Telang
Aksi menanam tumbuhan bunga telang dilakukan di lahan parkir Puskesmas Menur Surabaya, Jumat (2/9/2022) pagi. Sekitar 100 tanaman bunga telang ditanam di lahan hijau terbuka di tepian lahan parkir puskesmas itu.
Kepala Puskesmas Menur Surabaya dr. Medyana Puspita memimpin aksi penanaman telang itu. Ikut juga para tenaga Kesehatan Puskesmas Menur pada aksi penanaman telang yang banyak bermanfaat untuk kesehatan ini.
Tanaman bunga telang itu merupakan hasil pembibitan 4 orang siswa SD dan SMP Surabaya, yang merupakan finalis pangeran dan putri lingkungan hidup 2022 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur.

Mereka adalah Yulius Shanbiyan Dangga siswa SMPN 22, Revalina Fernanda siswa SDN Tandes Kidul I, Ihsan Rasyad Adinata siswa SDN Margorejo I dan Muhammad Abdullah Muchlisin siswa SDN Klampis Ngasem I. Empat finalis duta lingkungan hidup ini menyertai aksi penananam telang hasil budidayanya.
Sebelum penanaman, para siswa pembudidaya tanaman telang ini menjelaskan beragam manfaat bunga telang. “Bunga telang sangat banyak manfaatnya. Bisa menurunkan gula darah, bunga telang mengandung antioksidan tinggi, dan mencegah kanker,” kata Revalina Fernanda.
Ditambahkan oleh Ikhsan bahwa mengonsumsi akar bunga telang juga bisa mengeluarkan dahak pada bronkitis kronis. “Bunga telang juga bisa meredakan migren, mengobati bisul dan menyembuhkan diare. Bunga yang identik berwarna ungu ini memiliki efek farmakologis antidiare dan antiradang,” tambah Ihsan.

Muchlisin menjelaskan bahwa mengonsumsi bunga telang juga bisa mencegah penuaan dini. “Antioksidan dalam bunga telang bisa memperlambat proses penuaan dini pada kulit dan menjaga kesehatan saluran pencernaan,” jelas Muchlisin.
Kepala Puskesmas Menur dr. Medyana Puspita sangat mengapresiasi kiprah para siswa Surabaya pembudidaya tanaman telang itu. “Ternyata tanaman telang sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kami akan merawat tanaman telang kalian di lahan parkir yang baru selesai proses pembangunannya ini,” ujar Dokter Medyana Puspita.
Para finalis duta lingkungan hidup anak-anak itu juga menyampaikan capaian proyek mereka. Yulius telah membudidaya lebih dari 2000 tanaman telang. Muchlisin telah membudidaya 5.000 tanaman telang. Ikhsan telah membudidaya 10.100 tanaman telang. Sedangkan Revalina telah membudidaya 26.000 tanaman telang.

Pada saat aksi penanaman telang dilakukan, obrolan mengenai tanaman dengan bunga biru keunguan itu terus dilakukan oleh para finalis bersama Kepala Puskesmas Menur Dokter Meydina Puspita.
“Tanaman telang mulai berbunga setelah berumur 2 bulan, seperti ini. Kalau bunganya tidak dipetik, maka akan berubah menjadi polong biji seperti ini,” terang Ihsan didampingi ibunya.
Sementara itu, sebelumnya, di lahan parkir Puskesmas Menur Surabaya itu juga telah ditanam beberapa jenis tanaman herbal hasil pembibitan para finalis pangeran dan putri lingkungan hidup 2022.

Di antaranya, sirih merah Maharani siswa SMPN 62, kemangi Rafky siswa SDN Tegalsari I, binahong Dealove SDN Rungkut Menanggal I, binahong Aisyah siswa SMPN 8, dan rosella Viorenza siswa SMPN 40.
Sekretaris Forum Kota Surabaya Sehat Mochamad Zamroni yang menyertai aksi penanaman telang itu juga memberikan apresiasinya. “Kalian adalah anak-anak hebat yang berlomba-lomba dalam kebaikan melestarikan lingkungan. Terima kasih juga kepada Puskesmas Menur yang memfasilitasi anak-anak ini berkarya,” pungkas Mochamad Zamroni. (*)

