Kegiatan

Panen Perdana, Workshop dan Bazar Hidroponik SDN Kedung Cowek I

Menempati gedung sekolahnya yang baru di samping Terminal Kedung Cowek, tim hidroponik SDN Kedung Cowek I/253 Surabaya menggelar panen perdana tanaman hidroponik mereka, Senin (2/9/2019). 

Tanaman kangkung yang dipanen pada panen perdana tersebut menggunakan sistem wick(sumbu) yang menggunakan media kotak sterofoam bekas wadah buah. Sedangkan tanaman bayam, selada, samhong dan yang lainnya akan dipanen dalam beberapa hari selanjutnya.

Panen perdana tim hidroponik SDN Kedung Cowek I/253 Surabaya itu menjadi bagian dari workshop hidroponik yang diikuti oleh 7 sekolah. “Sekolah peserta workshop dan panen perdana ini adalah SD Angkasa, SD Al Furqon, SD Benteng Samudera, SD Al Muttaqien, SD Muhamadiyah 9, SDN Tambak Wedi, dan SDN Made I,” Kepala SDN Kedung Cowek I Sukarti.

Tanaman hidroponik yang dipanen perdana adalah kangkung dengan sistem wick (sumbu) dari kotak sterofoam bekas wadah buah

Selain beberapa sekolah tersebut, workshop hari ini juga diikuti oleh 20 walimurid perwakilan siswa kelas 1 dan dihadiri oleh Presiden Tunas Hijau Indonesia yang juga Sekretaris Forum Surabaya Sehat Mochammad Zamroni, kepala UPT Terminal Kedung Cowek Dishub Surabaya, dan ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Kedung Cowek. Total jumlah peserta workshop adalah 42 orang. Kegiatan workshop berlangsung pukul 08.30-11.00.

Dalam pengarahannya saat pembukaan workshop, Mochamad Zamroni menyarankan SDN Kedung Cowek I untuk membuat banyak pembeda program hidroponik di sekolah. “Buat banyak pembeda. Diantaranya dari jumlah hidroponik yang dirawat, dinamika pengelolaan sehari-hari dan pengolahan hasil panen,” saran Zamroni.

Menurut Siti Indayati, guru pembina lingkungan hidup SDN Kedung Cowek I, workshop hidroponik yang diselenggarakan ini merupakan workshop yang kedua setelah workshop internal yang diikuti oleh siswa kelas 3, 4, dan 5. “Berbeda dengan workshop sebelumnya, kegiatan workshop ini berisi kegiatan panen bersama, demo pengolahan produk hasil panen hidroponik,” ujar Siti Indayati.

Bazar peralatan hidroponik SDN Kedung Cowek I

Pengolahan produk hasil panen hidroponik yang dimaksud Indayati yaitu es krim kangkung dan burger. “Pada hari yang sama ini, kami juga menggelar bazar produk hasil olahan tanaman hidroponik, dan bazar peralatan hidroponik,” kata Siti Indayati, guru yang pada awal Juli 2019 mendapatkan kesempatan wisata belajar lingkungan hidup di Bali dari Walikota Surabaya ini. 

Tujuan dari penyelenggaraan workshop hari ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam skala yang lebih luas, bukan hanya warga internal sekolah. “Kami juga ingin mengajak para orang tua siswa untuk aktif berhidroponik di sekolah dan rumah,” kata Supardji Edi Santoso, guru pembina hidroponik SDN Kedung Cowek I.

Supardji Edi Santoso menyampaikan bahwa timnya akan segera menambah jumlah hidroponik sekolah menjadi lebih dari 1000 lubang dari yang ada saat ini sekitar 360 lubang. “Untuk penambahan itu kami akan menggunakan sistem wick botol bekas air mineral. 1 siswa 1 hidroponik sebagai edukasi nyata kepada seluruh warga SDN Kedung Cowek I,” tutur Supardji Edi Santoso.

Bazar olahan makanan/minuman hasil panen hidroponik SDN Kedung Cowek I

Hidroponik SD Surabaya 2019 adalah lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama Tunas Hijau. Perlombaan ini dimulai pada 1 Agustus hingga 30 September 2019. Pesertanya adalah seluruh SD negeri se Surabaya dan beberapa SD swasta.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *