SDN Kandangan I Terus Peduli Lingkungan dan Kesehatan
SDN Kandangan I Surabaya adalah Sekolah Adiwiyata Mandiri yang terus aktif mengolah sampah organiknya menjadi kompos. Lebih dari 300 kilogram kompos telah diproduksi dari pengolahan sampah organik dengan media keranjang takakura dan komposter aerob di sekolah Eco Mobile PJB Challenge 2019 ini sejak Maret 2019.
Sekolah yang menjadi salah satu lokus evaluasi nasional Surabaya sebagai Kota Sehat pada tahun 2019 oleh Kementerian Kesehatan ini menjadi juara I Lomba Budaya Mutu tingkat Kota Surabaya 2019.
Hidroponik di sekolah ini juga sangat aktif dengan menerapkan sistem wick(sumbu) dan NFT (nutrient film technique) dengan melibatkan aktif siswa sebagai pelaksananya. Pengelolaan hidroponik di sekolah ini dilakukan setiap harinya dengan 3 divisi. Yaitu perawatan, edukasi dan promosi.

Pada tahun 2018, SDN Kandangan I Surabaya mendapat penghargaan sebagai Sekolah Zero Waste dari Walikota Surabaya melalui program Surabaya Eco School 2018 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Sebagai Sekolah Zero Waste, SDN Kandangan I meminimalkan bahkan tidak menghasilkan kemasan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Diantaranya pada saat qurban 1440 Hijriyah, mereka tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai wadah daging yang dibagikan.
Di bawah kepemimpinan Supratmono sebagai kepala sekolah sejak tahun 2019, SDN Kandangan I semakin giat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kesehatan. Tidak ada lagi kesan kumuh di sekolah ini.
Kesan rimbun juga terus dipertahankan sekolah ini. Jadi, meskipun berlokasi di tepi jalan raya dengan kepadatan lalu lintas sangat tinggi, kesan teduh dan sunyi bisa dirasakan di komplek sekolah ini.

Dengan ikon aloevera atau tanaman lidah buaya, beragam makanan/minuman herbal dari olahan aloevera terus diproduksi untuk program wirausaha lingkungan hidup ecopreneur yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Beragam permainan tradisional juga dimainkan setiap hari sekolah ini. Permainan tradisional ini memaksa para siswa untuk bergerak dan berinteraksi dengan temannya. Media edukasi lingkungan hidup karya siswa juga dibuat di sekolah ini, yaitu monopoli lingkungan yang berukuran raksasa.
SDN Kandangan I juga terus aktif membina masyarakat sekitar untuk peduli lingkungan. Mereka juga membina sekolah lain agar peduli lingkungan dan kesehatan.
Penulis: Mochamad Zamroni

