Superhero New Man Gencar Promosikan Protokol Kesehatan di Surabaya
Superhero buatan Pemerintah Kota Surabaya, New Man terus aktif turun untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Ikon dengan pakaian dominan hijau ini diterjunkan ke pasar tradisional, Senin (4/1/2021).
Diketahui, turunnya New Man ke pasar merupakan kali kedua dia turun secara langsung. Sebelumnya, New Man yang diperankan oleh Camat Sawahan M Yunus itu kali pertama turun di momen libur tahun baru.
“Tujuannya satu, supaya masyarakat tetap ingat, jangan sampai teledor protokol kesehatan,” kata M Yunus di Pasar Kapasan.
Pasar grosir pakaian itu didatangi New Man, setiap lorong pasar didatanginya. Dia meneriakkan imbauan agar seluruhnya patuh protokol kesehatan.

Imbauan yang disampaikan pun menggunakan bermacam bahasa. Yaitu, Bahasa Indonesia, Jawa serta Bahasa Madura. Maklum, sosok Camat Sawahan itu terkenal bisa beberapa bahasa.
“Tore ngangguy masker, jek sabek e cangkem, (ayo pakai masker, jangan diplorot),” seru Yunus.
Di Pasar Kapasan, banyak pedagang memang fasih berbahasa Madura. Imbauan dengan menggunakan bahasa khas pulau garam ini memang sengaja dilakukan agar pesannya sampai.

Lokasi kedua yang disasar New Man adalah Pasar Ikan Pabean. Di sana, imbauannya sama menggunakan tiga bahasa.
“Maskerah jek patoron, angguy teros napa pole sampeyan aladinin oreng. Jek ma’semmak, (Ayo jangan plorot masker, tetap pakai, apalagi pedagang melayani orang, jaga jarak),” imbau M Yunus.
Imbauan semacam itu terus ia gaungkan dengan pengeras suara sembari berkeliling. Kedatangan New Man ini sontak menarik perhatian warga dan pedagang.

Maklum, selama ini New Man hanya dikenal warga dari baleho dan poster imbauan protokol kesehatan milik Pemkot Surabaya.
Sejak pandemi Covid-19 meningkat lagi, cara sosialisasi protokol kesehatan dengan ikon khusus itu dilakukan. Biasanya lengkap dengan tagline ‘Biasakan Yang Tidak Biasa’.
“Harapannya dengan kami turun ini, dengan kostum begini, masyarakat bisa nyantol, ingat New Man ingat protokol kesehatan,” pungkasnya. (roni)

