Kegiatan

Pantai di Area Mangrove Tambak Wedi Dibersihkan

Aksi bersih pantai terus digencarkan oleh Tunas Hijau. Aksi ke-59 era pandemi Covid-19 kembali digelar pada Minggu (27/2/2022) pagi. Lokasinya di area mangrove Tambak Wedi Surabaya, di sekitar Rumah Susun Tambak Wedi Surabaya.

150 orang mengikuti aksi bersih pantai ini. Mereka berasal dari SDN Gading VII, SDN Kedung Cowek I, SDN Rungkut Menanggal I, SDN Ketabang I, SDN Klampis Ngasem I, SDN Nginden Jangkungan I, SMPN 11, SMPN 18, SMPN 15, SMPN 44, SMPN 44, SMPN 54, SMPN 27, SMPN 1 dan SMPN 26 Surabaya.

Semua peserta aksi ini menerapkan protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker. Sampah sebanyak ¾ truk berhasil dikumpulkan peserta aksi memungut sampah pantai ini dalam waktu 60 menit.

Suminah, guru pembina lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya yang ikut serta dengan 15 orang guru dan siswa sekolahnya mengaku sangat bangga bisa bergabung kembali dengan aksi bersih pantai ini. 

“Senang banget bisa kembali mengikuti aksi bersih pantai ini setelah beberapa bulan saya dan tim SMPN 11 Surabaya tidak bergabung dengan aksi ini.

Beberapa kepala sekolah nampak mengikuti aksi bersih pantai ini. Mereka adalah Kepala SDN Ketabang I Sutiana dan Kepala SMPN 27 Surabaya Achmad Farid.

Siswa SDN Rungkut Menanggal I Surabaya yang kakak beradik, Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja dan Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja nampak juga ikut serta aksi ini Bersama kedua orang tuanya. Keluarga ini hamper tidak pernah absen mengikuti bersih pantai sejak Januari 2021.

Keluarga Keyva dan Dealove mengaku sempat bingung mencari lokasi bersih pantai ke-59 ini. Pasalnya, keluarga mereka sejak selalu mengikuti bersih pantai yang selama setahun terakhir digelar di sekitar Benteng Kedung Cowek Surabaya.

Sementara itu, pada aksi bersih pantai ini banyak ditemukan sampah yang sengaja dibuang oleh masyarakat. “Sampahnya banyak yang sudah diwadahi karung atau kresek seperti ini,” kata Pertiwi Eka Putri Handayani, runner up puteri lingkungan hidup 2020 yang hadir bersama kedua orang tuanya. Namun, banyak juga sampah non organik yang terbawa air laut. (zamroni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *