Naziya Bawa Semangat Penghijauan ke SMPN 11 Surabaya
Menanam pohon bukan sekadar menambah jumlah tanaman, tetapi juga menanam kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Semangat itulah yang terus digelorakan Naziya Putri Syafira, Putri Lingkungan Hidup 2025 SD, melalui Aksi Tanam Pohon yang kali ini menyasar SMPN 11 Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Tunas Hijau kembali menyelenggarakan Aksi Tanam Pohon Bersama Putri Lingkungan Hidup 2025 SD Naziya di SMPN 11 Surabaya, Jalan Sawah Pulo Nomor 18. Sebanyak 10 pohon konservasi ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri atas pohon petai (Parkia speciosa) dan bidara Arab (Ziziphus spina-christi). Pohon-pohon tersebut merupakan hasil budidaya Naziya sejak mengikuti program Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Tunas Hijau pada 2025.
Founder Tunas Hijau Indonesia Mochamad Zamroni dan Kepala SMPN 11 Surabaya Yoeri Soesilo mengikuti aksi penanaman tersebut dari awal hingga selesai. Beberapa siswa kader lingkungan dan guru pembina lingkungan hidup juga turut terlibat dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya penghijauan lingkungan sekolah.
Usai penanaman pohon, Naziya, yang juga siswa SDN Sawunggaling I, berbagi pengalaman kepada lebih dari 300 siswa SMPN 11 Surabaya di lapangan upacara. Ia mengajak para siswa untuk tidak berhenti menanam dan merawat pohon, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat lainnya. “Gerakan penghijauan atau menanam dan merawat pohon harus terus kita gelorakan sebagai upaya mengurangi dampak buruk pemanasan global dan perubahan iklim,” kata Naziya.

Naziya kemudian mengungkapkan capaian budidaya tanaman konservasi yang telah dilakukannya. “Saya sudah membudidayakan 8.635 tanaman konservasi sejak tahun 2025,” tuturnya. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para siswa. Sebagian besar tanaman yang dibudidayakan Naziya merupakan tanaman bidara.
“Sebab, awalnya proyek lingkungan hidup saya adalah Nobita atau Inovasi Bidara Tumbuh Alami. Mulai tahun 2026 ini ditambah juga budidaya tanaman petai dan ketapang kencana,” tambah Naziya. Menurutnya, pemilihan tanaman bidara sebagai salah satu tanaman konservasi yang dibudidayakannya bukan tanpa alasan.
“Bidara banyak manfaatnya untuk kesehatan. Daunnya bisa diolah menjadi minuman herbal. Saya juga mengolahnya menjadi masker wajah dan sabun padat,” terang Naziya. Ia juga menjelaskan bahwa pohon bidara memiliki sistem perakaran yang dinilainya bermanfaat dalam upaya konservasi tanah. “Pohon bidara bisa memiliki tinggi hingga 15 meter. Bisa juga hidup di daerah pesisir dengan air payau,” tambahnya.
Semangat berbagi proyek lingkungan hidup juga ditunjukkan Kayla dan Diki, siswa SMPN 11 Surabaya yang sekaligus menjadi peserta Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026. Sebelum Naziya menyampaikan sosialisasi penghijauan, Kayla memperkenalkan proyek pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair, sedangkan Diki berbagi tentang proyek pengolahan sampah anorganik, khususnya plastik. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa gerakan peduli lingkungan dapat dimulai dari proyek sederhana yang dilakukan siswa dan dikembangkan secara konsisten.

